Skip to content
Go back

Pengalaman VBAC : Tips dan Informasi

3 min readEdit page

Anak pertama saya dilahirkan dengan metode sectio caesaria (SC). Waktu itu, pada usia 37 minggu akhir kami kontrol ke dokter kandungan dan dinyatakan bahwa air ketuban keruh, sehingga diperlukan tindakan operasi SC. Saat itu juga dicoba induksi, diharapkan dapat menstimulasi terjadinya kelahiran spontan. Namun, hingga batas waktu yang disepakati, belum ada perkembangan berarti. Selain itu, perlu diketahui bahwa saya kurang tau pasti detail kenapa air ketuban saat itu keruh, padahal awal minggu ke 37 masih sangat baik kondisinya.

Kenapa VBAC?

Alhamdulillah, anak pertama kami lahir sehat yang kemudian 27 bulan kemudian istri saya hamil putra kedua. Pada kehamilan kedua ini, saya dan istri berupaya untuk melakukan persalinan normal setelah caesar, atau dikenal dengan VBAC. Kenapa kami ingin mencoba VBAC?

Selanjutnya, kalau anda berencana untuk VBAC, coba renungkan kembali kenapa ingin VBAC? Karena ini akan menjadi hal yang menyemangati dari awal hingga proses lahiran.

Proses VBAC Istri Saya

Trisemester Pertama

Pada tahap pertama ini pastikan kondisi kesehatan dijaga. Istri juga konsumsi suplemen untuk kehamilan. Ahli kandungan juga akan merekomendasikan hal tersebut. Hal yang paling penting di tahap ini adalah memilih dokter ahli kandungan yang cocok. Sampaikan betul informasi yang dapat membantu pengambilan keputusan, misal:

Trisemester Kedua

Pada tahap kedua ini yang kami lakukan adalah:

Hal-hal yang disebutkan diatas kami rasa penting untuk terus dilakukan bahkan mulai dari awal kehamilan. Ada beberapa upaya yang kami lakukan untuk mencapai hal tersebut:

Trisemester Ketiga

Ini tahap terakhir dan yang menentukan perkiraan akhirnya. Kami pada minggu ke 38 sudah memulai rutin pemeriksaan seminggu sekali. Upaya yang kami lakukan antara lain:

Karena pada minggu ke 38 itu sudah ada pelunakan mulut rahim, maka kontrol rutin dilakukan semakin sering, kadang 2-3 kali seminggu. Selanjutnya perhatikan betul faktor-faktor penting seperti kesehatan ibu, kondisi ketuban, kesehatan janin, kondisi bekas luka SC, dan lainnya.


CATATAN : seluruh atau sebagian dari tulisan ini mungkin tidak sesuai dengan yang dialami sebagian ibu yang mencoba VBAC tulisan ini ditulis berdasarkan apa yang dialami dan yang kami upayakan saat program VBAC.


Edit page
Share this post:

Previous Post
Pengalaman Sertifikasi CKA
Next Post
Pengalaman VBAC : Cerita Kami di Tiga Minggu Terakhir